5 Langkah Memulai Bisnis Online Bagi Pemula

Melalui survei, Anda bisa mendapatkan informasi yang lebih detail lagi. Selain itu, Anda juga bisa menanyakan hal-hal yang tidak Anda temukan di media-media di atas. Dengan survei, Anda juga bisa meminta saran dan masukan dari calon konsumen secara langsung. Konsumen biasanya juga punya forum atau group tersendiri untuk membahas produk yang mereka gunakan. Misalnya, konsumen make-up dan produk skin care punya discussion board seperti Female Daily. Contoh lain, konsumen layanan hosting terbaik dan domain punya forum Diskusi Web Hosting.

Anda juga bisa kembangkan bisnis tersebut ke tingkat yang lebih tinggi dengan memanfaatkan web. Dengan begitu keuntungan yang didapat akan menjadi lebih maksimal bahkan berlipat ganda. Mengubah bisnis yang tadinya hanya berjalan secara offline menjadi on-line juga sedang marak dibangun saat ini. Contoh nyata perusahaan yang sukses di bidang ini adalah GoJek. Bisnis ojek yang tadinya dijalankan dengan sistem manual, atau dengan kata lain mencari klien sendiri, kemudian dikembangkan dengan memanfaatkan koneksi internet. Jadi, mereka hanya perlu memiliki perangkat mobile dengan sambungan web untuk mendapatkan klien.

Tetapi, harga tergantung kualitas, karena berjualan di marketplace, boleh dikatakan persaingan sempurna, klien bisa dengan mudah membandingkan dan memilih. Selain template, menjual stok foto di situs Microstock buat Anda yang hobi foto, desain grafis. Bisa pula untuk Anda yang memang profesional di bidang fotografer dan desainer grafis, yang ingin punya passive revenue. Salah satunya, saya menemukan situs Creativemarket yang merupakan market untuk penjualan produk – produk desain, seperti template, fonts, icon, graphics dan lain – lain. Tapi, sekali lagi, butuh kerja keras di awal untuk membangun reputasi.

Jadi, misal harga baju kaos itu 100 ribu serta harga jual dropshipper itu 70 ribu, maka Anda mendapatkan untung 70 ribu. Jika marketplace itu diibaratkan mall/pasar, dalam satu market terdapat banyak sekali penjual yang tak hanya satu saja. Jika web toko on-line itu hanya Anda sendiri saja yang menjual produk di internet itu saja.

Apalagi di era pemasaran digital sekarang, reseller menjadi salah satu mannequin bisnis yang sangat populer. Semua orang bisa melakukannya dengan modal yang tidak besar. Tetapi ternyata di masyarakat masih banyak yang mempertanyakan, bagaimana cara memulai bisnis reseller on-line. Tak sedikit orang yang tidak tahu cara memulai bisnis reseller ini. Barang apa saja dijual, hingga keuntungan apa saja yang didapatkan dari bisnis ini. Artikel ini akan menjabarkan pada Anda, cara memulai bisnis reseller online, berikut tips, trik, dan tantangan yang kemungkinan Anda hadapi.

Cara bisnis online

Setelah anda menemukan nilai keunikan produk, anda juga harus memahami produk yang anda jual. Hal ini berguna pada saat menentukan goal pasar dan merancang strategi pemasaran. Namun tentu saja tidak ada satu pun bisnis yang dapat dengan mudah dilakukan, sama halnya seperti bisnis online. Saat ini ada sekitar 2,5 miliar orang yang menggunakan web dan hal ini merupakan peluang yang bagus jika dilihat dari segi kesempatan mendapat keuntungan.

Namun hal ini juga berarti bisnis online telah menjadi “tambang emas” umum di mana banyak orang sudah melakukannya. Terus berkembangnya internet dan media sosial turut mendorong munculnya kategori kewirausahaan yang baru yakni bisnis on-line. Lihat saja Mark Cuban, Elon Musk, dan Peter Thiel yang sukses dengan bisnis online mereka.

Banyaknya demand terhadap orang IT menjadikan mereka memiliki tarif yang tinggi bila ingin menggunakan jasa mereka. Jadi, kalau kamu memiliki modal yang cukup untuk merekrut orang IT maka kamu bisa coba untuk merekrutnya. Namun, bila uangmu tidak cukup maka kamu bisa menggunakan jasa pembuatan toko online. Berikutnya yang masuk dalam cara bisnis on-line yang baik dan benar yang dibutuhkan dalam memulai bisnis on-line.

Video dan ebook tersebut akhirnya menjadi solusi dan telah membuka ceruk bisnis tersendiri. Kamu bisa memilih Instagram Ads, YouTube Ads, Facebook Ads, sampai Twitter Ads. Tentunya, kamu harus tahu kira-kira platform media sosial apa yang paling digemari target pelanggan potensial kamu.