10 Manfaat Melibatkan Balita Melakukan Pekerjaan Rumah

Terwujudnya kembali sebuah sejarah tidaklah mustahil, apabila semua syarat-syarat sejarah di masa lalu itu sudah terpenuhi dengan baik. Jadi bukan tidak mungkin Pendidikan Islam akan kembali berjaya dengan memberikan konstribusi besar untuk zamannya. Kita pernah mendengar pendidikan Islam seperti Kuttab, Rumah Ulama, Perpustakaan, Observatorium, Bait al-Hikmah sebagai pustaka sekaligus tempat pengembagan ilmu pengetahuan dan Madrasah Nizamiyah.

Bahkan kemajuan di bidang ilmu dan tekonologi itulah yang mendukung keberhasilan politik Eropa. Kemajuan Eropa ini tidak dapat dipisahkan dari pemerintahan Islam di Spanyol. Sebagaimana telah dipaparkan di atas, bahwa Nizhamiyah mempunyai potensi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dengan memperhatikan kepada pengajaran aritmetika, seperti juga terdapat di madrasah Muntansyiriyah. Hal ini menarik untuk dikaji lebih lanjut, karena dahulu mereka tidak menyukai ilmu-ilmu seperti itu, tetapi pada gilirannya ternyata ilmu tersebut mereka butuhkan.

Ketika Anda menemukan aturan yang tepat untuk Anda dan si anak mengenai bagaimana mengerjakan PR, konsistenlah dalam melakukan hal tersebut. Dan pelayanan dalam bentuk lain tidak wajib dilakukan oleh istri, seperti memberi minum kuda atau memanen tanamannya. Imam Ahmad bin Hanbal berpendapat bahwa Seorang istri tidak diwajibkan untuk berkhidmat kepada suaminya, baik berupa mengadoni bahan makanan, membuat roti, memasak, dan yang sejenisnya, termasuk menyapu rumah, menimba air di sumur.

Jadi, usaha untuk mengislamisasikan ilmu pengetahuan ilmu asing tersebut berdasarkan semangat ajaran Islam. Dan, bahkan beberapa sarjana Muslim telah dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya Yunani dan Persia, sebagian lainnya, telah sukses pula menciptakan ilmu pengetahuan yang sesuai dengan dasar ajaran Islam yang monolistik. Selanjutnya, bahkan Islam telah banyak menghilangkan karakter aslinya, yang mana telah didasarkan dari kehidupan padang pasir, banyak dari perkembangan intelektual tersebut tidak bertentangan dengan hakikat ajaran Islam. Karenanya, semua aspek-aspek itu telah menciptakan batasan kebudayaan dan kebangkitan aliran rasionalistik, yang mana pada gilirannya, menggiring kepada masa keemasan Islam. Masa keemasan tersebut telah berhasil menjembatani antara ilmu pengetahuan klasik dan kebangkitan bangsa Eropa, yang kemudian menggiring kepada masa industrialisasi dan modernisasi bangsa Eropa dan Dunia.

Jadi, tak ada salahnya bagi orangtua untuk membantu tugas Si Kecil, karena memang salah satu tujuannya adalah agar anak dapat bekerja sama dengan orang tua. Beberapa hal dibawah ini bisa jadi acuan bagi Anda saat membantunya mengerjakan tugas, Mams. Walau masih TK, namun guru di sekolah Si Kecil sudah mulai sering memberinya pekerjaan rumah . Dan tujuan pemberian PR ini, selain untuk melatih kemampuan Si Kecil, juga bertujuan untuk memperkuat ikatan antara anak dan orangtua. Mungkin banyak dari orangtua yang tidak tega mengajak anaknya yang masih kecil untuk ikut membantu tugas rumah tangga. Berikut adalah manfaatnya seperti dilansir dari laman web site kompas.com.

Dengan diutusnya Mus’ab bin Umair ke Yastrib telah membuka harapan baru bagi perkembangan pendidikan Islam untuk masa selanjutnya. Sebab isyarat wahyu menyebutkan bahwa waktunya sudah tepat untuk melaksanakan pendidikan lebih luas kepada masyarakat Quraisy. Diantaranya ketersediaan sumber daya insani berupa keberadaan tenaga pendidik. Selain Nabi sebagai pendidik utama, para sahabat dianggap berkom­peten menjadi pendidik bagi masyarakat Arab karena telah di­training langsung oleh Nabi Muhammad saw selama 3 tahun untuk pokok materi pendidikan mengenai ketauhidan.

Apabila mama dan papa tidak pernah mengajak si kecil untuk membantu melakukan pekerjaan rumah, dikhawatirkan si kecil hanya melihat pekerjaan rumah sebagai pekerjaan orang tua saja. Mendorong anak untuk terlibat dalam pekerjaan rumah tangga bisa membuatnya lebih bahagia dalam jangka panjang. Richard Ryan, Ph.D., psikolog di University of Rochester menyebutkan bahwa memberi bisa menghadirkan perasaan lebih bahagia dibandingkan menerima. “Kita berpikir bahwa kebahagiaan muncul karena kita mendapat sesuatu untuk diri kita, tapi ternyata memberi sesuatu membuat kita lebih bahagia,” paparnya. Pekerjaan rumah tangga bukanlah beban, melainkan bisa dijadikan sarana atau media untuk memberi dampak positif terhadap tumbuh kembang anak. Sebagian orangtua lain percaya anak-anak mereka bisa mendapatkan uang saku dari membantu pekerjaan rumah yang dilakukannya, artinya mengajari mereka bagaimana mendapatkan uang.

Anggapan ini salah besar, anak laki-laki juga harus dididik untuk bisa menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Salah satu alasannya adalah ketika dewasa anak laki-laki juga harus bisa mandiri apalagi jika nantinya memutuskan untuk merantau. Mendidik anak laki-laki untuk bisa melakukan pekerjaan rumah tangga sangat perlu dilakukan oleh para orang tua.

Membantu anak mengerjakan pekerjaan rumah

Sedangkan, para orang tua melakukan pekerjaan rumah yang berat seperti memasak dan merapikan taman. Para peneliti menyimpulkan bahwa anak-anak yang telah terbiasa membantu orang tua di rumah kelak akan mendapatkan kehidupan yang lebih layak. Pekerjaan rumah tangga merupakan prediktor terbaik yang mengajarkan anak nilai-nilai kedewasaan, kebahagiaan dan kemandirian. Anak yang membantu pekerjaan rumah tangga di usia yang sangat belia cenderung memiliki hubungan yang baik dengan keluarga dan sahabat setelah dewasa. Alasannya bisa jadi karena pekerjaan rumah tangga mengajari anak pentingnya membantu keluarga dan bekerjasama. Sebelum mengajak anak mengerjakan pekerjaan rumah tangga, orangtua bisa memberikan pemahaman tentang manfaat pekerjaan rumah.